64 Ribu Kubik Pajak Galian C di Lahat Hilang

penambangan material Golongan C dengan alat berat

penambangan material Golongan C dengan alat berat

Lahat,Kabarretorika.com – Potensi pajak galian C di area Kikim belum tertangkap oleh pihak Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) padahal di daerah ini ada banyak kecamatan yakni Kecamatan Kikim Selatan, Barat, Timur, Tengah dan Kecamatan Pseksu diperkirakan jumlahnya sekitar 64 ribu kubik ini belum tertangkap pajaknya alias belum masuk ke bagian Pajak. Demikian dijelaskan oleh Plt Kadis PPKAD Yunidi Nuzli MM, kemarin (25/9).

“Beberapa waktu lalu memang kita menurunkan tim ke lapangan. hasil tim sidak memang keterbatasan tenaga belum adanya pos jaga PPKAD di wilayah Kikim area, menyebabkan kita kehilangan pajak galian C yang ada,” jelas Yunidi

9Pengerjaan proyek yang ada di sana, maupun proyek yang ada  di perkebunan dalam penggunaan diperkirakan sekitar 64ribu kubik atau sekitar Rp 2 Milyar, hal ini diperoleh data sementara dari penggunaan material batu dan pasir yang ada.

“Saat ini kita meminta kontrak proyek-proyek  yang ada di perkebunan. Supaya mereka bisa menunaikan tugas membayar pajaknya. Misalnya saja saat mereka melakukan pengerasan jalan perkebunan menggunakan batu-batu yang ada atau proyek lainnya,” ungkap Yunidi.
Dan Dinas PPKAD tidak bisa bekerja sendirian harus ada sinergi dari pihak terkait misalnya dari kecamatan, desa dan DPRD Kabupaten Lahat yang bisa mengingatkan perusahaan yang ada untuk membayar pajak Galian C yang mereka manfaatkan.

“Kalau ada kerjasama tersebut pasti hasil dari pajak yang diperoleh lebih maksimal,” tegasnya.
Hingga sekarang ini yang diperoleh dari hasil pajak Galian golongan C ini mencapai  Rp6 milyar lebih dari dua pos yang ada di Merapi dan Pagar Gunung. Dicontohkan saja saat tahun 2013 PT Leighton yang tidak juga membayak pajak galian c yang ada. Namun setelah banyak pihak mendorong hal ini maka akhirnya PT Leighton membayar pajaknya  Rp2milyar

Beberapa proyek Provinsi Sumsel yang ada di Kecamatan Kikim Area juga diharapkan membayarkan  pajak Galian C kepada Kabupaten Lahat. Sebab menurut Undang-Undang no 28 tahun 2009 bahwa pajak batuan mineral (pajak Galian C)bukan logam dibayar pada daerah penghasil. “Sebaiknya mereka membayar ke Lahat bukan pada pemberi proyek yakni Sumsel. Sebab daerah yang mereka ambil potensi alam batuan pasir tersebut berada di wilayah Lahat,” sebut Yunidi. (Tim KR)