Citi Mall Ilegal di Lahat Ditutup Oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia

-PT. Kalingga Murda dapat membangun Citi Mall tanpa Amdal, siapa yang bertanggung jawab?

 LAHAT,KABARRETORIKA.COM-Citi Mall yang dibangun tanpa memiliki dokumen AMDAL akhirnya ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Plank Segel tanda penutupan dipasang dan terpampang di area pembangunan Citi Mall illegal, Kamis (30/6).

Sebelumnya, pada Senin 18 Januari 2016 yang lalu, masyarakat pecinta lingkungan hidup yang berasal dari LSM Lestari, Yayasan Indonesia Bumi Hijau, LSM Gema Suara Pembaruan dan LSM Si Pahit Lidah melakukan demonstrasi agar pemerintah kabupaten lahat menindak tegas pelanggaran yang telah dilakukan oleh PT. Kalingga Murda, kemudian aksi ini diteruskan dengan mengirimkan pengaduan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

Aktifis Lingkungan Hidup tersebut mengharapkan agar penutupan Citi Mall ini terus dikembangkan, sampai ada penegakan hukum, sehingga terungkap mengapa PT. Kalingga Murda bisa membangun Citi Mall di Kabupaten Lahat tanpa memiliki Amdal terlebih dahulu, hingga ke pembongkaran Citi Mall tersebut.

Menyikapi penutupan citi mall yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia ini, Khairul Anwar, Aktifis Lingkungan hidup dari Yayasan Indonesia Bumi Hijau (YIBH) Lahat mengatakan sangat mendukung dengan tindakan tegas yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

“Saya yakin pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia  akan mengusut sampai tuntas kasus pembangunan Citi Mall illegal ini,” kata Khairul.

Khairul menjelaskan seharusnya sedari awal Pemerintah Kabupaten Lahat melarang PT. Kalingga Murda membangun citi mall tersebut karena tidak memiliki Amdal apalagi perizinan lainnya, namun pada kenyataannya PT. Kalingga Murda dengan leluasa membangun Citi Mall bahkan hampir selesai dan tidak mungkin Pemerintah Lahat dalam hal ini BLH Lahat tidak mengetahui hal tersebut namun pembiaran itu terjadi hingga akhirnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menutup Citi Mall illegal tersebut.

Sementara itu, Hendri Supriyadi Ketua LSM Lestari mengatakan akan terus memantau perkembangan kasus Citi Mall illegal ini sampai ada tindakan penegakkan hukum.

“Sekarang kasus Citi Mall illegal itu sudah ditangani oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat  Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, kita akan terus memantau perkembangannya,” kata Hendri. (Zaifudin Zuhri/Supelman)