Delapan Warga Padang Perigi Lahat Temukan Kepala Terkubur di tengah sawah

Lahat,kabarretorika.com – Hujan Lebat turun di Desa Padang Perigi Kecamatan Tanjung Tebat Lahat, ditengah sawah delapan orang menggali tanah. M Yustam (47) pemilik ataran sawah tersebut mencabut padi yang baru sebulan ditanam demi untuk mengambil kepala yang terpendam tersebut, dengan susah payah mereka berhasil menarik kepala kepala tersebut dari tengah sawah.

Yustam bercerita asal muasal desa itu terbentuk, dahulunya ataran tersebut berbagi 16 bidang kepada sesepuh desa yang tinggal di sana, namun jauh sebelumnya mereka sudah mengetahui adanya tiga arca manusia di sana dan beberapa batu yang tersebar.

Asyik bercerita pada penulis tak terasa setelah siang yang berbalut hujan, sore yang kami nikmati di pondok sawah itu sudah mulai berganti malam.kepala arca

“Dari kecik, aku lah tau kalu di sini ada batu-batu bergambar manusia ini. Kami tak tau menyebutnya, kami juga tak tau harus melaporkannya. Akhir tahun lalu kami memberitahukan pada Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCP) Jambi untuk wilayah Sumsel, Babel, Jambi, Lampung dan Bengkulu, yang akhirnya melakukan pengalian bersama kami di sini,” ungkap Yustam.

Liku-liku jalan yang kami lalui selama 20 menit menuju ataran sawah dari pemukiman desa Padang Perigi terbayar melihat semangat masyarakat mengangkat kepala arca yang terseret arus air di sawah tersebut sejauh sekitar 30 meteran dari badan arca.

Kelihatan tangan yang memeluk dari kedua arca yang tampaknya belum selesai, hanya satu arca yang berkepala dengan penutup kepala seperti prajurit. Ternyata mengangkat kepala arca mendekati tubuhnya meski hanya 30 meteran ini tidaklah mudah.

Pak Yustam dan warga dengan ikhlas mencabuti padi yang sudah sebulan lebih menghijau, dicabuti untuk ekskavasi penyelamatan situs yang belum bernama ini.

“Susah dek narik kepalanya ini, dengan alat derek mesin, lalu dibersihkan,” bercanda Yustam bercerita pada penulis, Minggu (22/2) usai berhasil memindahkannya.

Mereka meyakini menjaga kepala arca yang sudah bersih meski beberapa bagian korosif karena dimakan usia. Terutama bagian hidung arca yang tidak utuh lagi.

Ternyata di situs yang berada di Desa Padang Perigi tak hanya 3 arca manusia saja, namun ada setidaknya didekat arca ada 4 batu datar. Di sekitar Kecamatan Tanjung Tebat memang terdapat beberapa Situs Megalith. Dan menurut Kepala Kelompok Kerja BPCB Jambi, Agus Sudariadi, kemarin (24/2) bahwa mereka tidak heran di sekitar situ masih ada penemuan situs megalitik.empat batu datar

“Wilayah ini dikenal memiliki sejarah panjang sejak jaman pra sejarah batu besar dengan sebarannya di sepanjang Paseumah, seperti yang dituangkan beberapa penulis seperti Van Der Hoop,” jelasnya.

Untungnya menurutnya koordinasi dengan masyarakat setempat begitu baik dari meregistrasi temuan yang ada, penyelamatan dan menuju desa ini.

“Mereka mau membantu kita ekskavasi dan merelakan sawahnya yang ditanami padi dicabuti. Saat ini sudah ditanami rumput supaya terjangan air tak mencapai arca yang ada, dibuat pula aliran air. Total 5 hari kita bersama 3 orang tim dari BPCP dan 8 warga setempat yang membantu,” ungkap Agus.

Pekerjaan yang tidak mudah mencapai persawahan sepanjang satu kilometer menanjak dan menurun, membawa segala perlengkapan mereka, belum lagi masa pengalian. Tampaknya warga setempat merasakannya seperti kerja mengerjakan sawah seperti biasa. Seperti bagian dari ketiga arca dan keempat batu datar yang ada ditengah pematang sawah. (soufie)