Hobby di Kolam Pemancingan

lomba mancing ikan lele

lomba mancing ikan lele

Lahat, Kabarretorika.com– Saat hari hari libur beberapa masyarakat Lahat menghabiskan waktunya untuk memancing di salah satu kolam milik miharta yang terletak di Desa Jati Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten lahat. Kolam pemancingan ini di datangi oleh para pemancing dari berbagai tempat, seperti dari Desa Nantal Kecamatan Lahat, Prumnas Kapling, Desa Selawi dan dari desa-desa lain luar Kecamatan Pulau Pinang, setiap harinya kolam pemancingan ini di buka dari jam 08:00 sampai jam 17:00, namun pemancingan ini biasanya ramai di kunjungi pada hari libur saja.Biasanya pada hari libur di pemancingan ini di adakan kompetisi lomba memancing lele, seperti yang di selenggarakan pada hari Minggu (02/11), meski harus dengan membayar Rp.50,000 para peserta lomba memancing lele ini sangat antusias untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Biasanya panitia menilai pemenang lomba tersebut dari babon (ikan terbesar) yang terbesar atau yang terberat, pemenang pertama biasanya di berikan hadiah sebesar Rp.500.000,” pemenang kedua sebesar Rp.300.000,” sedangkan untuk pemenang ketiga di berikan hadiah sebesar Rp.150.000,”.
Pemilik Kolam pemancingan Miharta (39) mengatakan bahwa pemancingan tersebut di buka setiap hari mulai di buka dari jam Tujuh Pagi sampai Jam Lima Sore.

“ Pemancingan ini kita buka setiap hari dari jam Tujuh Pagi sampai Jam Lima Sore biasanya para pemancing kita bajet Rp.20.000,”per kepala, sedangkan untuk hari libur seperti Sabtu Dan Minggu biasanya kita buka kopetisi lomba mancing lele, dengan bayaran Rp.50.000,” untuk satu peserta,” kata Mihartha menjelaskan.
hal yang sama Juga di sampaikan oleh Pikri (27) seorang pemancing yang berasal dari Desa Nantal Kecamatan Lahat, menuturkan bahwa dirinya sangat tergiur dengan adanya pemancingan yang ada di Desa Jati kecamatan Pulau Pinang tersebut.

“ meskipun kami harus membayar sebesar Rp.20.000,” kami sangat puas sekali, karena kami bisa memansing seharian penuh dan sebanyak apapun ikan yang kami dapat itu bisa kami bawa pulang tanpa adanya pembayaran lagi,” ungkapnya. (SUTARNO