Hutan Suaka Terbakar, Manggala Agni Berpangku Tangan

kebakaran-hutan suaka di lahat

kebakaran-hutan suaka di lahat

Lahat, Kabarretorika.com – Kebakaran lahan yang terjadi di Padang Ahip, wilayah Desa Tanjung Raja Kecamatan Gumay Ulu sekitar pukul  11.25 kemarin (24/9) yang merupakan wilayah Suaka Margasatwa Gumay Pasemah ini diperkirakan sekitar  5 hektar. Wilayah ini sendiri yang jika dilihat dari jalan lintas Lahat-Pagaralam yang melalui simpang Muara Siban-Simpang Bacang ini memang terlihat banyak terjadi bekas kebakaran lahan baik semak belukar, kebun dan hutan dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami kalu nak ke Pagaralam lewat jalan lintas ini kejingokan kalo banyak yang terbakar hari ini maitu la. Dan kejadian ini memang sering nian,” kata Dani (31) salah satu warga Lahat yang bekerja di Pagaralam, kemarin (24/9).

Menurut mereka bahwa di tepi jalan memang tertulis bahwa kawasan tersebut hutan yang dilindungi. Namun tak ada upaya ataupun dari Manggala Agni yang memantau hingga kebakaran hutan yang terjadi di wilayah ini hingga sedemikian parahnya.

“Cuek bae kalu Manggala Agni tu, Cuma ado himbauannyo bae. Katek mereka waktu kebakaran tadi tu,” ungkapnya.

Sebelumnya kebakaran lahan yang terjadi  yakni pada 16 September lalu sekitar pukul 20.45  di  Desa Tanjung Mulak Kecamatan Pulau Pinang hingga  hampir memasuki Desa Kedaton Kecamatan Pagar Gunung, untungnya menurut laporan dari pemadam kebakaran Lahat  pelapor dari Koramil setempat yang memang tak jauh dari lokasi kejadian dan Camat Pagar Gunung. Selama tiga hari berturut-turut di tangal 17  September sekitar pukul 18.10  di Desa Pulau Pinang Kecamatan Pulau Pinang juga terjadi kebakaran lahan semak belukar, dan  keesokan harinya  sekitar pukul 12.00 di dekat Taman Wisata Ribang Kemambang dan STIE Serelo terjadi kebakaran semak.

Menurut Willem Yasa, Kepala Pemadam Kebakaran Lahat ini mereka menanggapi meskipun kebakaran hutan dan semak belukar tersebut bukan wilayah kerja mereka. “Selama hamper sebulan ini adanya laporan kebakaran hutan, lahan maupun semak belukar. Kami belum sekalipun bertemu dengan petugas Manggala Agni,” jelas Willem Yasa.

Padahal kendala PBK menurut Willem Yasa,  jelas peralatan  selang yang kurang panjang untuk satu rol hanya  20meter , sementara satu mobil hanya punya 4 rol. “Lahan dan hutan yang terbakar luas sekali. Kami berharap Manggala Agni turun ke lapangan dan bekerjasama bila ini terjadi,” jelasnya.

Ditegaskannya bahwa kondisi hutan suaka tersebut memang sangat penting untuk diselamatkan. Apalagi lahan hutan yang terjadi saat musim kemarau seperti sekarang riskan terjadi. (Tim KR)