Menebas Rumput di Kabupaten Lahat

Oleh Syaifudin Zuhri

-Razia Pekat jadi pekerjaan rutin

Tak bosan bosan, Pemkab Lahat bersama unsur muspida terkait melakukan razia terhadap keberadaan warung remang remang yang berada di wilayah Kabupaten lahat. Bahkan Bupati Lahat, dengan semangatnya ikut serta dalam razia tersebut.

Tak terhitung sudah beberapa kali razia ini dilakukan, tak terhitung lagi para wanita serta laki-laki hidung belang yang terjaring. Keadaan ini berulang dan terus berulang, sebab masih ada ‘tempat’ untuk dirazia. Razia di tempat yang sama. Entah apa kendala Pemkab Lahat sehingga tidak melakukan tindakan secara total, yang bukan hanya sebatas merazia.

Hal ini sempat menjadi pokok perbincangan di kalangan warga. Ada beberapa pertanyaan muncul, mengapa Pemkab Lahat tak menutup atau membongkar saja tempat ‘ma

ngkal’ para wanita dan laki-laki hidung belang ini? Lalu apa kendala Pemkab Lahat untuk melakukan untuk membongkar tempat ‘mangkal’ tersebut? Mereka dan saya berpendapat jika hanya melakukan razia, esoknya ke

giatan ‘remang-remang’ ditempat yang sama pasti akan terulang kembali.

Saya ingat sebuah pepatah lama, jika menebas rumput maka yang akan didapatkan hanyalah rumput kering, namun jika menebang pohon maka yang didapatkan adalah kayu dan papan. Apakah keseriusan pemkab lahat untuk memberantas penyakit masyarakat hanyalah sebatas merazia? Dari tahun ketahun, sampai sekarang, itulah pertanyaan yang belum terjawab dengan tindakan nyata.(***)