Pekan Imunisasi Nasional 2016 Kota Pagar Alam

Pagaralam,kabarretorika.com-Walikota Pagar Alam, Ida Fitriati Basjuni, mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional Tahun 2016 di Kota Pagar Alam, yang dipusatkan di Halaman Kantor TP PKK Kota Pagar Alam. Hari ini secara serentak diseluruh wilayah Republik Indonesia dilaksanakan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Tahun 2016, 08/03.

PIN ini bertujuan untuk membebaskan anak Indonesia dari ancaman virus Polio. Memang pada tahun 2005 yang lalu Badan Kesehatan dunia (World Health Organisation WHO) menyatakan Indonesia sudah bebas dari penyakit Polio, akan tetapi ancaman virus Polio selalu ada. oleh karenanya Pemerintah mencanangkan kegiatan PIN secara Nasional.

Ketua Panitia PIN Tahun 2016 Kota Pagar Alam, Rosihan, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, melalui sekretarisnya, Mirnani, menyebutkan bahwa PIN di Kota Pagar Alam akan dilayani oleh 242 pos pelayanan di seluruh kota Pagar Alam, dengan sasaran jumlah Balita yang mendapatkan layanan PIN adalah sebanyak 13.752 Balita. Dan Kegiatan PIN ini akan dilaksankan selama seminggu dimulai dari tanggal 8 Maret 2016 hingga 15 Maret 2016.

Walikota dalam sambutannya, berharap seluruh orang tua dapat berperan aktif mengajak anaknya yang berusia 0-59 bulan (balita) mendatangi pos-pos atau puskesmas yang melayani Pekan Imunisasi Nasional ini.

“yang sudah pernah dan belum pernah harus mendapatkan imunisasi, tanpa terkecuali. yang belum sempat hari ini layanan PIN sampai tanggal 15 nanti, jadi jangan ada lagi alasan untuk tidak mendapat imunisasi bagi putra-putrinya”,ucapnya.

Walikota juga mengingatkan kepada seluruh masyrakat yang hadir, selain dengan imunisasi biar sehat, maka kebersihan harus selalu dijaga, dimulai dari halaman rumah sendiri.”bagi ibu-ibu diharapkan untuk tidak membuang pampers sembarangan, karena disitulah sumber penyakit dari tinja, termasuk virus Polio berkembang”tuturnya. Pada kesempatan itu Walikota Pagar Alam berkenan memberikan tetes perdana kepada cucunya sendiri Muhammad Denzel, yang baru lahir sebagai contoh bahwa melakukan imunisasi itu aman dan tidak haram. (*)