Pemetaan BCB, Ditemukan 72 Megalith

Lahat,retorika-Penelitian terus berlangsung untuk benda cagar budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Lahat. Belum lama, menurut Ahmad Rivai salah satu koordinator juru pelihara (jupel) BCB di Kabupaten Lahat, didata ada 72 BCB dari jaman megalith (jaman batu besar) yang diperkirakan berumur ribuan tahun.
“Pemetaan oleh BPCP Jambi yang ada di Desa Talang Pagar Agung Lame, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat sekitar 72 yang letaknya tersebar,” kata Ahmad Rivai, beberapa waktu lalu.

Pemetaan dilakukan di pertengahan Desember 2015, yakni 15 hingga 17 Desember lalu, untuk di Talang Pagar Agung Baru sendiri pada 15 dan 16 Desember lalu masih berkisar di temuan kubur batu. Sedangkan di Talang Pagar Agung Lame pada 17 Desember terdata 72 temuan BCB antara lain berupa batu datar, dolmen (batu datar yang memiliki kaki), tetralith (batu bersusun empat) dan menhir.

“Letaknya cukup jauh dari perkampungan, dengan jarak tempuh sekitar 7km dengan motor yang dirancang khusus. Medan yang berlumpur di tengah kebun kopi,” ungkap Ahmad Rivai.

Itupun mereka memulai masuk dari Desa Sukajadi, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam melalui medan tanah berlumpur memakai kendaraan motor yang sudah didesain untuk memasuki area berlumpur tersebut melalui kebun-kebun masyarakat.

“Salah satu yang menarik, yakni batu datar yang tertutup oleh akar pohon kopi, sehingga tidak terlihat jelas. Setelah dibersihkan nampak ada guratan diduga kepala hewan yang memiliki tanduk,” papar Ahmad Rivai.

Batu datar berbentuk persegi dengan panjang sisi sekitar 50 cm meter ini tertutup akar pohon kopi sehingga tidak terlihat adanya guratan dan gambar hewan bertanduk mirip kerbau, tambahnya.

“Akhirnya dibersihkan barulah terlihat adanya, guratan hewan, hanya saja perlu penelitian lebih lanjut mengenai gambaran hewannya,” sambungnya.

Terpisah arkeolog yang banyak meneliti megalith Bumi Pasemah, Kristantina Indriastuti, dari Balai Arkeologi (Balar) Palembang, mengemukakan bahwa penemuan BCB di Kecamatan Pajar Bulan bisa saja terus berlangsung mengingat sebaran paling banyak memang di sekitar daerah tersebut. Dan diduga merupakan komplek megalitik pemujaan yang luas cakupannya di jaman dahulu.

“Kalau usia perkiraan kita belum bisa memperkirakan. Tapi kalau dari temuan yang sebelumnya di Desa Kotaraya Lembak, juga Kecamatan Pajar Bulan. Di kedalaman sekitar 2 meter ditemukan arang karbon, yang diteliti oleh Batan,” jelas Kristantina.
Dari Dating arang karbon secara ilmiah diperkirakan usia megalith yang ada di sana sekitar 10-11 abad masehi yang lalu, atau sekitar 1000 tahun lalu, lanjutnya.

Tapi ditegaskan Kristantina, mengenai usia megalit memang harus ada penelitian lebih lanjut. (Agus K)

Foto/A Rivai: batu datar bergores kepala hewan bertanduk, di Kebun Kopi Suharmin, di Talang Pagaragung Lame.