Puskesmas Berikan Pelayanan Dari rumah ke rumah

Lahat,kabarretorika.com-Keberadaan Puskesmas di Kecamatan Kikim Barat, Lahat sangat dibutuhkan apalagi jangkauan untuk ke Kota Lahat cukup jauh sekitar lebih dari 2 jam, dengan kondisi jalan yang tidak cukup baik di 16 desa yang ada, sementara itu di sana hanya memiliki dua puskesmas, yakni di Desa Saung Naga melayani 9 desa dan Puskesmas Wanaraya melayani 7 desa.

“Kami harus berinovasi memikirkan kondisi masyarakat yang terisolir ini, dalam pelayanan bidang kesehatan terutama bagi Lansia, ibu hamil dan balita,” ungkap Kepala Puskesmas Wanaraya H Wastan SKM MKes, beberapa waktu lalu.

Upaya jemput bola atau pelayanan door to door dilakukan memeriksa pasien bergiliran di 7 desa, memberikan pelayanan lewat posyandu balita dan posyandu lansia membantu mereka melayani kesehatan warga.

“Kami berjalan kaki hingga beberapa kilometer, sebab kendaraan Puskesmas juga tidak bisa menjangkaunya. Lebih efektifnya cepat ketahuan mana saja warga yang sakit,” jelas Wastan yang pernah menjadi Kepala Puskesmas Teladan ini.

Pegawai yang PNS sendiri di Puskesmas Wanaraya hanya 2 orang yakni 1 Bidan dan 1 perawat, mereka harus benar-benar belajar memaksimalkan kemampuan melayani pasien. “Perjalanan kaki ke tiap desa dari setengah jam hingga satu jam kita lakoni. Jadi pasien yang datang ke Puskesmas sudah tidak banyak lagi karena mereka sudah tahu jadwal kunjungan kami, kecuali ada pasien yang parah,” paparnya.

Selain pemberian imunisasi untuk balita, penyuluhan kesehatan rutin, pemberian vitamin bagi lansia, keluhan pasien lainnya juga terlayani.

“Pemeriksaan ibu hamil jadi memudahkan mereka tidak perlu lagi ke Puskesmas. Kerjasama juga kita lakukan dengan puskesmas terdekat supaya memudahkan mengatasi masalah di lapangan yang kendalanya kekurangan tenaga medis yang ada,” tutur Wastan.

Saat pelayanan kesehatan sendiri mereka jadi mengetahui karakteristik masyarakat yang ada.

“Biasanya paling tinggi warga menderita ISPA, Gastritis (asam lambung), Hipertensi dan rematik. Kita berharap paramedis yang ada bertambah jumlahnya yang berstatus PNS. Kita masih membutuhkan tenaga dokter, bidan dan perawat juga,” tegasnya.(LHT/tim)