Tepat di Belakang Citi Mall, Rumah Warga Dilanda Banjir

Lahat,kabarretorika.com-Kamis (21/4) sejak pukul 18.00 WIB hujan mengguyur Kabupaten Lahat, beberapa wilayah Kota Lahat kembali diterpa banjir, apalagi hujan kali ini baru reda pada pukul 03.00 WIB Jumat (22/4) dini hari. Banjir mendatangi kelurahan Talang Jawa Selatan, Talang Jawa Utara, RDPJKA dan sekarang banjir menambah lokasi genangan airnya di Desa Manggul Dusun V Jl. Aswari tepat di belakang Citi Mall yang baru saja dibangun, menurut beberapa warga citi mall lah penyebab terjadinya banjir tersebut.
Dari pantauan di lapangan, sejak Kamis (21/4) sekitar pukul 18.30 air sudah mulai naik di Dusun V Desa Manggul Jl Aswari dekat Komplek PU tepat sekitar 50-100 meter dari lokasi pembangunan Citi Mall, akibat luapan siring (saluran air limbah) yang melintas di sekitar rumah warga mencapai 200 centimeter (cm) dalam hitungan menit rumah yang didiami Sartini (45) terendam, sementara saat itu dirinya hanya seorang diri.

jl bari, lembayung belakang citimal“Kami cuma sendirian di rumah semalem. Lakiku masih di Jawo, baru bae ngoreng kerupuk dan nak dijualke, tapi sekarang alat-alat masak, kerupuk dan minyak goreng abis galo dek,” kata Sartini kebingungan membayangkan nasibnya sambil menangis.
Hingga siang hari Sartini beserta 7 kepala keluarga lainnya belum selesai membersikan lumpur dan limbah air yang memenuhi rumah yang dihuni lebih dari 20an warga. Ironisnya menurut keterangan beberapa warga, di wilayah mereka, selama 20 tahun kebelakang tidak pernah kebanjiran.

timbunan citi mallKarolin (30) pemilik kontrakan yang berlokasi di wilayah tersebut mengatakan bahwa menurut cerita orang tuanya sejak 20 tahun mereka tinggal di sana tidak pernah terjadi banjir, sebab wilayah yang mereka tinggal tersebut cukup tinggi dan tidak berdekatan dengan sungai, hanya siring saja. Selama ini merasa aman dengan kondisi wilayah yang ada tersebut.

“Dak pernah dek, selama 20 tahun, kato wong tuo kami dak nian banjir, kali inila. Siring tu cuma mereka beneri, bae kecik pulok, sementara gundukan tanah urugan yang mereka buat melebihi tinggi rumah. Jadi lumpur dan air mengerus, siring tidak lancar,” paparnya.

barang ancur karna banjirMemang terlihat di lapangan kondisi lumpur tanah yang mereka timbun dari pembangunan Citi Mall mencapai ketinggian diatas dua meter, sementara siring yang ada cuma sekitar 100 cm, ditambah lumpur dan air yang menghantam dari kiri dan kanan.

“Sekarang sejak ado pembangunan Citimall banjirnyo ngabiske seluruh isi rumah dan alat-alat elektronik kami rusak jugo, seluruh yang kebanjiran sekarang mendata apobe kerugian yang nak kami laporkan. Silahkan liat dewek keadaan kami,” ungkapnya.

banjir sampe atap,belakang citimallParahnya ada seorang warga yang mengatakan bangunan rumanya retak akibat banjir semalaman tersebut.

“Rumah kami bagian belakang retak di sepanjang dapurnya, baru tadi siang terlihat setelah banjir surut. Malem tu sekitar sepinggang kami banjir masuk ke rumah, benerla 20 tahun disini dak pernah banjir. Sekarang ni segalo kulkas dan peralatan rumah tangga rusak,” jelas Asmarani (51), yang menyalahkan pembangunan yang membuat siring terlalu kecil.

Warga Dusun V juga mengatakan bahwa pembangunan CitiMall tersebut belum pernah disosialisasikan kepada apalagi adanya pembicaraan mengenai Amdal, tapi memang ada pembangunan siring kecil yang berisi lumpur dan luapan air yang menimbunnya dari segala arah sehingga menyebabkan banjir dari pukul 18.30 hingga keesokan harinya sekitar Subuh Jumat (2/4) pukul 06.00.

bersihkan ruma akibat banjir

Menurut Kairul Nawar, aktifis lingkungan hidup Yayasan Indonesia Bumi ijau (YIB), bahwa pembangunan CitiMall sampai sekarang tidak memiliki Amdal, Izin Lingkungan dan IMB, sedangkan pembangunan citi mall tersebut dilaksanakan pada bulan Oktober 2015 yang lalu, (baca: Citi Mall Terbukti Ilegal, Demonstran Desak Pemkab Lahat Bongkar Citi Mall)

padahal mereka berjanji pada Februari 2016 akan menyelesaikan Amdal yang ada, bahkan janji tersebut mereka ucapkan di depan beberapa anggota DPRD Lahat.

“Kita sudah memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang terkait dengan mengirimkan surat bahkan kami melakukan aksi damai, betapa pentingnya Amdal harus diselesaikan terlebih dahulu baru membangun, tapi yang terjadi malah sebaliknya, konstruksi bangunan dikerjakan terlebih dahulu, Amdal dan perizinan lainnya disusulkan, nah sekarang dampaknya mulai terasa, jika sudah begini kejadiannya, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian yang menimpa masyarakat yang terkena dampak tersebut,” jelas Khairul Anwar. Ia sangat menyesalkan kini telah ada masyarakat yang terdampak dari bangunan Ilegal tersebut.

Ditanya mengenai kelanjutan pengaduan aktifis lingkungan Hidup Lahat ke Kejari Lahat, Khairul Anwar mengatakan bahwa ia dan rekan lainnya tetap mengikuti perkembangan kasus tersebut.

“Tidak ada AMDAL serta perizinan lainnya namun masi mendirikan bangunan, saya lebih suka menyebut hal tersebut dengan Kejahatan Lingkungan Hidup yang dilakukan bersama-sama, Mudah-mudahan pihak penegak hukum dapat memproses Tindak kejahatan lingkungan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan kita tetap memantau perkembangannya,” kata Khairul Anwar (tim)