Pangdam II/SWJ Panen Padi Bersama Masyarakat

penanaman padi organik dan kedelai

penanaman padi organik dan kedelai

Lahat, Kabarretorika.com – Rangkaian kegiatan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar  M Sahil SE, kunjungan kerja di Kabupaten Lahat sejak Kamis (12/3) hingga Sabtu (14/3) ini mulai dari Sholat Isya di Masjid Al Muhajirin Kelurahan Bandar Jaya,  melakukan penanaman kedelai di lahan TNI di daerah Relay TVRI di Kelurahan Kota Baru, pemberian bantuan bagi petani,  panen padi organik di Desa Manggul dan pertemuan dengan masyarakat di Pendopoan Rumdin Bupati Lahat.Menurut Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Rivai SE dirinya menyambut baik kunjungan Pangdam II Sriwijaya dan Danrem  044/Gapo Kolonel Inf Suko Basuki mengunjungi Kabupaten Lahat sekaligus berinteraksi dengan masyarakat Lahat. “ Kita memang melakukan   swasembada pangan seperti yang diinstruksikan Presiden Jokowi. Kegiatan ini dalam rangka mensukseskan program pemerintah RI yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Jokowi yaitu mencapai swasembada pangan yang antara lain swasembada Pajale (Padi, Jagung dan Kedele), kita sudah mulai menanam kedelai , menanam  padi organic dengan pola padi sri, dan juga jagung,” ungkap Aswari, Kemarin (13/3) saat melakukan panen.

Dijelaskan Aswari bahwa hasil maksimal padi  organik yang dipanen  di sini 7,9 ton dengan kondisi yg seperti ini, harusnya membuka wawasan pada petani, jangan banyak  khawatir dengan pola tanam organic ini. Harga beras jadi  lebih mahal, yakni Rp 15 ribu per kg. “Pola tanam
ini menjadikan kita sehat, dengan asupan makanan sehat, untuk penyuluh supaya rajin memberikan penyuluhan seperti ini,” paparnya.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar  mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan tanggung jawab sosial Pangdam, Kodim bidang kesehatan hal yangg lebih penting lagi jangan lupa melakukan donor darah. “Donor itu membantu diri sendiri selain membantu orang lain.
Menciptakan kebersamaan dengan masyarakat juga,” ujarnya.
Sebagai TNI dirinya sangat mendukung agar penguna narkoba dan pengedar dihukum seberat-beratnya. “Siapa saja narkoba, pecat tidak ada urusan meskipun dia TNI. Prajurit harus memberi contoh, mengkonsumsi narkoba ini jelas  tidak baik,apalagi saat bertugas membawa senjata, bisa
mengancam keselamatan semua, terutama anak istrinya,” tegasnya.

Apalagi masalah yang menyangkut terorisme, masyarakat dan Babinsa harus pro aktif mengawasi llingkungan. Sebagai Muslim dijelaskan dalam alquran juga  pelarangan mengenai narkoba, apalagi teroris muslim tidak mengajarkan kekerasan terhadap sesama kita manusia, tambahnya. Dirinya yang mengawasi beberapa Provinsi ini memang harus aktif terjun
ke lapangan melihat dan mengawasi situasi yang ada. (Soufie