Ribuan Ulat Daun Serang Warga Dusun Rimba Beduk

Lahat-kabarretorika.com-Warga Desa Tanjung Payang Dusun V Rimba Beduk Kecamatan Lahat dalam tiga hari terakhir tidak dapat tidur nyenyak, ribuan hama ulat daun yang muncul secara tiba-tiba menyerang pemukiman warga. Ulat kecil dengan panjang antara 3 samai 5 cm tersebut bertebaran disepanjang jalan serta merayap dirumah rumah penduduk, rabu, 2/12.

ulat memakan daun sampai habis

Chairil Sujan salah satu warga mengatakan bahwa munculnya hama ulat daun tersebut baru pertama kali terjadi sejak beberapa tahun terakhir, ulat-ulat tersebut bertebaran sampai masuk kedalam rumah dan kamar tidur. Ulat tersebut tidak

menyebabkan gatal, namun dengan bergerak secara cepat dikhawatirkan akan masuk ke dalam telinga, lebih dari 10 rumah warga harus waspada dengan dengan perkembangan ulat yang sangat cepat itu.

“Kami tidak tahu apa penyebab ribuan ulat daun ini tiba-tiba muncul, yang jelas ini baru pertama kali terjadi dan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari terutama saat malam, kami harus berjaga, agar saudara kita yang tidur tidak diganggu ulat,” jelas Chairil.

infantri menunjukkan ulat

Ulat daun tersebut adalah hasil telur dari kupu-kupu yang akan berkamulflase mejadi kepompong dan akan kembali menjadi kupu-kupu dalam beberapa hari kedepan. Kupu-kupu tersebut pun terlihat berterbangan pada saat memasuki musim penghujan. Hal tersebut dijelaskan oleh Infantri Salah satu staff Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura.

“Memang beberapa hari sebelum munculnya ribuan ulat daun ini, terlihat banyak kupu-kupu yang berterbangan disekitar pemukiman warga pada saat memasuki musim penghujan,” jelas Infantri.

Ia menambahkan bahwa penyebab tumbuh berkembangnya ulat tersebut karena perubahan musim dari kemarau ke musim hujan.

“Masih banyaknya tumbuhan semak belukar dan hutan disekitar pemukiman yang digunakan untuk bertelur dan ulat-ulat tersebut memakan dedaunan semak belukar tersebut,” kata Infantri, Ia mengharapkan agar kiranya Warga tidak terlalu cemas, karena hama ulat daun ini tidak terlalu berbahaya dan tidak perlu menunggu waktu lama hama ulat daun ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari kedepan.

“Tapi perlu diketahui bahwa ada cara untuk mengantisipasi hama ulat daun tersebut yaitu dengan cara disemprot dengan menggunakan pembasmi hama jenis inseptisida,” kata Infantri.

Beberapa orang warga berharap Meskipun ulat tersebut tidak menyebabkan penyakit gatal atau alergi, tapi jumlahnya yang sangat banyak tersebut sangat mengganggu, apalagi terhadap anak-anak ketika tidur ditakutkan ulat ulat tersebut akan masuk kedalam telinga, setiap kali ulat itu masuk warga langsung menyapu ulat.

“Syukurlah, pegawai dari dinas TPH telah datang melihat kondisi lalu memberikan solusi dengan menyemprotkan insepisida,” tutup Chairil (Tim)